KOTA BEKASI – Puskesmas Cikiwul mengambil langkah proaktif dan strategis dalam upaya memutus mata rantai penyakit kelainan darah Talasemia. Penyakit genetik yang diturunkan ini memaksa penderitanya menjalani transfusi darah seumur hidup. Program ini menyasar sasaran kunci: anak-anak kelas 7 SMP, terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahunan.
Talasemia menjadi ancaman serius, terutama jika dua pembawa sifat menikah, yang meningkatkan risiko lahirnya anak dengan Talasemia Mayor. Oleh karena itu, skrining dini menjadi investasi penting untuk masa depan generasi.
Skrining Awal Dimulai dari Anemia
Sebagai langkah awal, skrining dilakukan dengan pemeriksaan anemia menggunakan rapid test hemoglobin (HB). Jika terindikasi anemia, pemeriksaan akan dilanjutkan ke tahap laboratorium.
”Program ini merupakan garapan baru bagi keluarga dan anak-anak di wilayah kerja Puskesmas Cikiwul. Tujuannya mendeteksi dini penyakit genetik yang bisa mengubah hidup seorang anak dan bahkan menentukan masa depannya sejak dini,” ujar Kepala Puskesmas Cikiwul, Bdn. Suherni, S.Tr.Keb.
Hasil Awal Skrining Menunjukkan Perlunya Tindak Lanjut
Kegiatan skrining Talasemia telah dilaksanakan di berbagai sekolah di wilayah kerja Puskesmas Cikiwul, termasuk SMPN 49 Bekasi, SMP Islam Ibnu Hajar, MTS Nurul Hikmah, dan SMP Ibnu Hajar, berlangsung dari 17 Oktober hingga 03 November 2025.
Data awal menunjukkan tingginya kebutuhan akan pemeriksaan lanjutan: Dari 126 siswa dengan nilai HB di bawah batas normal, 106 siswa telah menjalani pemeriksaan laboratorium. Sebanyak 17 siswa telah dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan di RSUD CAM guna mendapatkan pemeriksaan laboratorium yang lebih lengkap.
Sayangnya, masih ada penolakan dari sebagian orang tua untuk pemeriksaan laboratorium anak mereka. Hal ini menggarisbawahi pentingnya edukasi bagi masyarakat.
”Sebagian masyarakat mungkin belum menyadari bahwa mereka membawa gen pembawa talasemia, sehingga risiko menikah sesama pembawa sifat sangat besar dan berpotensi melahirkan anak dengan talasemia mayor,” jelasnya, menyoroti tantangan edukasi.
Memutus Rantai Genetik
Melalui program skrining ini, Puskesmas Cikiwul berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama para remaja yang sebentar lagi akan memasuki usia dewasa.
”Melalui skrining ini, diharapkan tidak ada lagi pasangan yang tidak menyadari bahwa mereka sama-sama pembawa sifat talasemia. Sehingga ke depan, keputusan untuk menikah pun bisa diambil dengan informasi kesehatan yang lengkap dan tepat,” pungkasnya.
Program skrining Talasemia dini ini adalah wujud komitmen Puskesmas Cikiwul untuk kesehatan masyarakat, memastikan setiap individu dapat merencanakan masa depan dengan informasi kesehatan yang akurat dan lengkap.
















