Deteksi Dini Thalasemia, Puskesmas Duren Jaya Jaga Generasi Emas Bekasi

- Jurnalis

Minggu, 9 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bekasi — Puskesmas Duren Jaya menunjukkan langkah nyata dalam menjaga kesehatan generasi muda dengan melaksanakan kegiatan deteksi dini thalasemia bagi siswa kelas 7 dari enam sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah kerjanya, Jumat–Sabtu (30–31 Oktober 2025).

Kegiatan yang diikuti oleh 534 siswa ini merupakan bagian dari program nasional Cegah Thalasemia Sejak Dini yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Thalasemia sendiri merupakan penyakit kelainan genetik pada sel darah merah yang menyebabkan umur sel darah menjadi lebih pendek dari normal. Penyakit ini tidak menular, namun dapat diturunkan dari kedua orang tua kepada anak-anak mereka.

Penyandang thalassemia mayor harus menjalani transfusi darah seumur hidup. Karenanya, upaya pencegahan melalui deteksi dini menjadi langkah penting untuk menekan angka kelahiran bayi dengan thalasemia baru.

534 Siswa Disaring, 48 Terindikasi Anemia

Dalam kegiatan skrining awal, tim kesehatan menemukan 48 siswa terindikasi anemia dengan kadar hemoglobin (Hb) di bawah 12 g/dL — terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 30 siswi perempuan.

Baca Juga :  Wali Kota Bekasi Resmikan Koperasi Merah Putih Kelurahan Jatimakmur, Ikuti Arahan Presiden RI Secara Nasional

Mereka kemudian dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan darah lanjutan di laboratorium Puskesmas Duren Jaya.

“Setelah hasil lab kami peroleh, bagi siswa yang hasilnya menunjukkan indikasi perlu pemeriksaan lanjutan, sampel darah akan segera dikirim ke RSUD Chasbullah Abdulmadjid (CAM) di hari yang sama. Kami ingin memastikan proses ini cepat, akurat, dan tuntas,” jelas drg. Ria Joesriati, Kepala Puskesmas Duren Jaya.

Kolaborasi Kesehatan yang Menyentuh Sekolah

Tim pelaksana kegiatan ini terdiri dari Kepala Puskesmas, dokter umum, penanggung jawab program Anak Usia Sekolah dan Remaja, penanggung jawab program Thalasemia, serta petugas laboratorium.

Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara terkoordinasi di sekolah-sekolah binaan wilayah Duren Jaya.

Menurut drg. Ria, kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan rutin, melainkan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masa depan anak bangsa.

“Anak-anak adalah investasi masa depan. Melalui deteksi dini thalasemia, kami ingin memastikan generasi Bekasi tumbuh sehat, kuat, dan bebas dari risiko penyakit genetik yang bisa dicegah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, penting bagi setiap orang tua untuk memahami bahwa pencegahan jauh lebih murah dan lebih mulia dibanding pengobatan.

Baca Juga :  Ketua PWI Bekasi Raya Gelar Tasyakuran, Tekankan Makna Usia dan Pentingnya Silaturahmi

“Dengan mengetahui status pembawa sifat (carrier) sejak dini, kita bisa mencegah terjadinya pernikahan sesama pembawa sifat yang berpotensi menurunkan thalasemia mayor. Ini adalah edukasi kesehatan sekaligus tanggung jawab sosial,” tambahnya.

Wujud Nyata Komitmen Kesehatan Publik

Puskesmas Duren Jaya menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah dalam pencegahan thalasemia dan peningkatan kesehatan anak usia sekolah.

Program seperti ini tidak hanya menekan angka kasus thalasemia di masa depan, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan genetik.

“Kami ingin Puskesmas hadir bukan hanya ketika warga sakit, tapi sebelum mereka jatuh sakit. Kesehatan adalah hak setiap anak, dan tugas kami adalah memastikan hak itu terpenuhi,” pungkas drg. Ria.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa upaya kecil di tingkat wilayah bisa membawa dampak besar bagi masa depan generasi muda Kota Bekasi. Dengan sinergi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan dukungan orang tua, mimpi menuju Bekasi Sehat bukan sekadar slogan—tapi kenyataan yang sedang dikerjakan hari demi hari.(DM)

Berita Terkait

‎Disdagperin Kota Bekasi Fasilitasi 12 IKM Dapatkan Sertifikasi Gratis dan Rampungkan Agenda Unggulan
Pemkot Bekasi Integrasikan Data Tanah dan Pajak, Dorong Administrasi Lebih Akurat dan Pelayanan Lebih Mudah
Superindo Bersama Rumah Zakat Bagikan 100 Paket Bingkisan untuk Keluarga Membutuhkan di Bekasi
‎Pendapatan Pajak Kota Bekasi Per September 2026, Bapenda: PBB-P2 Capai Rp475 Miliar, BPHTB Rp297 Miliar
Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024
Bengkalis Jadi Tuan Rumah KKI 2026, Bupati Hj. Kasmarni Dorong Inovasi Teknologi Kemaritima
HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4
DKM Al Qolam PWI Bekasi Raya Jalin Sinergi Program Sosial dengan Rumah Zakat

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:44 WIB

‎Disdagperin Kota Bekasi Fasilitasi 12 IKM Dapatkan Sertifikasi Gratis dan Rampungkan Agenda Unggulan

Jumat, 18 September 2026 - 22:14 WIB

Superindo Bersama Rumah Zakat Bagikan 100 Paket Bingkisan untuk Keluarga Membutuhkan di Bekasi

Jumat, 18 September 2026 - 12:06 WIB

‎Pendapatan Pajak Kota Bekasi Per September 2026, Bapenda: PBB-P2 Capai Rp475 Miliar, BPHTB Rp297 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 09:48 WIB

Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024

Senin, 14 September 2026 - 16:15 WIB

Bengkalis Jadi Tuan Rumah KKI 2026, Bupati Hj. Kasmarni Dorong Inovasi Teknologi Kemaritima

Berita Terbaru