‎Sambut Ramadhan 1447 H, PWI Bekasi Raya Hidupkan Tradisi Papajar: Menjemput Cahaya dalam Kebersamaan

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Papajar bukan sekadar perayaan rutin, melainkan upaya mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh solidaritas antaranggota menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H. “Mapag Fajar” Berasal dari wilayah Jawa Barat seperti Cianjur, Sukabumi, dan Bogor, Papajar memiliki makna filosofis yang mendalam.

‎Secara Etimologi berasal dari kata Mapag Fajar, yang berarti “menjemput cahaya” atau menyambut datangnya bulan penuh kemuliaan. Mengenai waktu pelaksanaan, biasanya dilakukan satu hingga dua minggu sebelum puasa dimulai. Sementara terkait simbol kesetaraan yang identik dengan kegiatan botram atau makan bersama secara lesehan di atas daun pisang, yang melambangkan kerukunan tanpa sekat sosial. Tradisi ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-16.

Baca Juga :  Kuatkan Sinergitas, Tim Hakim Ad Hoc Perikanan dan Pengadilan Negeri Pontianak Kelas 1A Kunjungi Lantamal XII

Berawal dari kebiasaan masyarakat berkumpul di masjid untuk menunggu pengumuman awal puasa, kini Papajar bertransformasi menjadi momen rekreasi keluarga dan organisasi untuk membersihkan hati dari segala prasangka, mengucap syukur atas nikmat usia dan kesehatan dan memperkuat ukhuwah (persaudaraan) sebelum memasuki bulan ibadah.

‎Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, menegaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh Pengurus dan Anggotanya merupakan cerminan jati diri organisasi yang inklusif.

‎”Sebagai organisasi nasional, kita harus mencerminkan kerukunan sesama manusia tanpa memandang latar belakang. Inilah esensi Papajar yang kita laksanakan di lingkungan PWI Bekasi Raya,” ujar Ade.

‎Ia juga menambahkan pesan personal mengenai kesiapan batin menyambut bulan suci. Wujud Syukur untuk merayakan kesehatan dan waktu yang diberikan Allah SWT. Pembersihan Diri merupakan momentum untuk saling memaafkan agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan maksimal. Solidaritas dengan harapan agar seluruh anggota dapat hadir dan merasakan semangat kebersamaan.

‎Melalui suasana hangat di atas hamparan daun pisang, kegiatan Papajar diharapkan tidak berhenti pada seremonial belaka.

‎Momen ini diharapkan mampu menyatukan hati seluruh insan pers di Bekasi Raya agar lebih kompak, produktif, dan penuh berkah dalam menyongsong Ramadhan.

Baca Juga :  PWI Peduli Bekasi Raya Gelar Jumat Berkah, Bagikan Makanan dan Minuman Usai Salat Jumat

Berita Terkait

Perkuat Adaptasi Digital dan Pesta Rakyat, PWI Fest 2026 Jadi Agenda Tetap PWI Pusat
Sosialisasi BEETRI, Tri Adhianto: Displin Bukan Hanya Diukur dari Absensi Saja
‎72 Temuan BPK, Bagian Kerja Sama Akui Lemah Pengawasan dan Koordinasi Antar-OPD
‎Tindak Lanjuti LHP BPK, Sekda Kota Bekasi Minta Seluruh OPD Kerja Sesuai Aturan
Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik
Tegaskan Kedisiplinan dan Kesehatan ASN, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Minta Pegawai Berikan Performa Maksimal
Peta Lokasi PTSL 2026 Kota Bekasi Berubah Jadi 14 Kelurahan, Ini Alasannya
PWI Jabar Matangkan Konferprov 2026, Sosialisasi Tahap I Tekankan Transparansi dan Demokrasi

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:53 WIB

Perkuat Adaptasi Digital dan Pesta Rakyat, PWI Fest 2026 Jadi Agenda Tetap PWI Pusat

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:22 WIB

Sosialisasi BEETRI, Tri Adhianto: Displin Bukan Hanya Diukur dari Absensi Saja

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:51 WIB

‎72 Temuan BPK, Bagian Kerja Sama Akui Lemah Pengawasan dan Koordinasi Antar-OPD

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:08 WIB

‎Tindak Lanjuti LHP BPK, Sekda Kota Bekasi Minta Seluruh OPD Kerja Sesuai Aturan

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:52 WIB

Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik

Berita Terbaru