Diantaranya Bahas PPDB Online Kota Bekasi, PWI Bekasi Raya Gelar Forum Diskusi

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya laksanakan forum diskusi bertemakan “Menyikapi Pengelolaan Sistem Pendidikan di Kota Bekasi” pada Jum’at (19/7/2024) di Aula Gedung Biru PWI Bekasi Raya Marga Jaya, Bekasi Selatan Kota Bekasi.

“Tujuan forum ini untuk mendapatkan jawaban atas kegelisahan orangtua murid setiap menjelang tahun ajaran baru dalam pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online yang selalu kisruh,” kata Ade Muksin, Ketua PWI Bekasi di ruang kerjanya.

PWI Bekasi Raya mengundang para narasumber yang berkompeten di bidang pendidikan, bidang hukum dan pemerhati khusus pendidikan, dan sangat disayangkan Pj. Wali Kota atau dinas terkait tidak hadir.

PWI Bekasi Raya mengundang Pj. Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhammad sebagai narasumber utama, juga narasumber Dr. Anggreany Haryani Putri., S.H., M.H (Akademisi/Dosen di Universitas Bhayangkara), narasumber Jeffry Ruby Tampubolon., S.H (Praktisi Hukum) dan Pengamat Pendidikan Teungku Imam Kobul dari LSM Sapulidi.

Dr. Anggreany menyatakan bahwa terjadi down grade pendidikan pada sekolah-sekolah unggulan negeri saat sistem zonasi dilaksanakan. Dia juga mengatakan bahwa sistem NEM (Nilai Evaluasi Murni) yang pernah dilakukan sebelumnya juga harus mengikuti perkembangan jaman.

Baca Juga :  Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir Terima Lencana Kehormatan “Jer Basuki Mawa Beya” dari Gubernur Jatim

“Saya melihatnya seperti itu dan sistem sekarang harus disempurnakan, agar kualitas sekolah unggulan harusnya makin naik gradenya dengan menyaring siswa masuk melalui sistem zonasi. Juga, disertai dengan kriteria-kriteria lain seperti ketrampilan atau juga diterapkan nilai standarisasi.

Jadi gak juga ujug-ujug karena dekat sekolah jadi langsung diterima khususnya untuk sekolah-sekolah unggulan tersebut,” papar Dr. Anggreany yang juga merupakan dosen universitas swasta.

Sementara, Jeffry Ruby Tampubolon S.H sebagai praktisi hukum, menyatakan bahwa diduga pemicu kisruh tahunan PPDB Online Kota Bekasi dikarenakan ada oknum yang mencari keuntungan pribadi terhadap sistem yang belum sempurna.

“Dugaan ini karena seringnya ada aduan masyarakat, terkait polemik PPDB tidak transparan dan waktu sosialisasi yang sempit. Sehingga warga masyarakat terpaksa menerima keterangan sepihak dari sekolah tujuan,” tuturnya.

Jeffry menambahkan, masih terdengar praktek calo yang memasang tarif tertentu untuk masuk ke sekolah negeri khususnya SMP dan SMA.

“Saya pernah mensomasi beberapa sekolah negeri dan dalam forum ini juga, saya juga mau mengumumkan bahwa saya siap membantu bila memang ada data-data aduan disertai pembandingnya lengkap, saya somasi pihak sekolah bila ditemukan kecurangan PPDB Kota Bekasi,” tegas Jeffry.

Baca Juga :  Tok ! Ahmad Sayuti Jadi Ketua PPNI Banten

Senada, Teungku Imam Kobul, menjelaskan bahwa khusus untuk masuk SMP dan SMA/SMK masih diperlukan tambahan unit sekolah baru di masing-masing Kelurahan atau Kecamatan di Kota Bekasi.

“Jumlah sekolah negri yang ada sekarang, tidak simetris dengan kebutuhan terhadap jumlah penerimaan peserta didik baru. Kalau menurut data yang saya punya, diperlukan jumlah hampir dua kali lipat unit sekolah baru dari jumlah yang ada sekarang,” paparnya.

Atau solusinya, lanjut Bang Imam adalah sekolah-sekolah unggulan swasta juga ikut membantu dengan memberikan bea siswa khususnya kepada anak-anak yang tidak mampu disertai juga alokasi 20 persen dari APBD Kota Bekasi.

“Alokasi APBD 20% ditujukan untuk pendidikan, juga bisa membantu anak-anak kurang mampu tersebut bersekolah di sekolah-sekolah swasta,” ungkap Bang Imam.

Acara diskusi interaktif yang berdurasi hampir dua jam tersebut, dipandu oleh Dicky M Siregar dan diakhiri dengan acara tanya-jawab antara audien yang hadir dan closing statement dari para narasumber. (MD)

Berita Terkait

‎Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Kejar Finalisasi Kerja Sama Terkait Sampah Sebelum 26 Oktober
Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka
Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
Temukan PKL Kembali Berjualan di Badan Jalan CFD, Wali Kota Bekasi Evaluasi Satpol PP Untuk Lebih Tegas Dan Sigap
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
‎Kepala BPKAD Kota Bekasi Ungkap Terkait Upaya Sertifikasi Aset Daerah, Gandeng BPN dan KJPP
Menko Bidang PM, Cak Imin Sebut Vida Role Model, Wali Kota Bekasi Siapkan Perluasan Pasar Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:17 WIB

‎Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Kejar Finalisasi Kerja Sama Terkait Sampah Sebelum 26 Oktober

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Temukan PKL Kembali Berjualan di Badan Jalan CFD, Wali Kota Bekasi Evaluasi Satpol PP Untuk Lebih Tegas Dan Sigap

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Berita Terbaru