PWI Bekasi Raya Soroti Pagar Laut di Tarumajaya, DKP Jabar dan PT TRPN Beri Penjelasan

- Jurnalis

Kamis, 30 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN BEKASI – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya turut menyoroti terkait pagar laut yang kabarnya berada di Tarumajaya Kabupaten Bekasi.

Pengurus PWI Bekasi Raya melakukan audiensi bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat, Hermansyah yang bertempat di Kantor Sekretariat bersama PPI Paljaya Desa Segarajaya Kecamatan Tarumajaya, Kamis (30/1/2025).

Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin yang didampingi Sekretaris Michael Lengkong dan sejumlah pengurus meminta penjelasan langsung terkait pagar laut yang terbuat dari bambu sepanjang 2 kilometer dengan lebar area 70 meter itu. Serta seperti apa kemanfaatannya untuk masyarakat nelayan pada khususnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hermansyah menjelaskan, bahwa pembangunan pagar bambu yang terletak persis di perairan Pal Jaya itu dilakukan untuk membatasi area antara area pembangunan alur pelabuhan perikanan dengan proyek reklamasi milik PT. TRPN.

“Kerja sama proyek ini sendiri direncanakan berlangsung hingga 2028 atau selama lima tahun terhitung sejak penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perikanan dan Kelautan dengan PT. TRPN pada bulan Juni 2023 lalu, dimana TRPN menyewa lahan yang ada dikawasan pelabuhan seluas 5.700 m² selama 5 tahun dengan biaya sewa sebesar Rp. 2,6 Miliar,” jelas Hermansyah didampingi Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Muara Ciasem pada DKP Provinsi Jawa Barat Ahman Kurniawan.

Baca Juga :  Perdagangan Manusia Harus Jadi Fokus Penanganan Pemerintah Baru

“Dalam perjanjian kerja sama itu, TRPN menyanggupi penataan kawasan pelabuhan perikanan yaitu Satuan Pelayanan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pal Jaya, termasuk membangun alur pelabuhan,” terangnya lagi.

Menurut Hermansyah, alur tersebut penting untuk memudahkan akses keluar masuk nelayan dari laut lepas menuju pangkalan pendaratan guna melakukan aktivitas bongkar muat hasil tangkapan ikan. Kemudian pada bagian darat akan dibangun tempat pelelangan ikan (TPI) bagi nelayan secara terpusat. Pasar ikan, pengolahan ikan, dan bongkar docking kapal ketika ada perbaikan.

“Selain itu nanti dilengkapi juga dermaga, kolam labuh hingga mercusuar. Kemudian fasilitas penunjang seperti perkantoran, fasilitas umum, kamar mandi, toilet dan masjid,” pungkasnya.

Baca Juga :  PWI Minsel Gelar Christmas Road Show Peduli Kasih 2022

Ditempat yang sama, Kuasa Hukum PT TRPN Deolipa Yumara mengatakan, investasi yang dibutuhkan untuk membangun kawasan pelabuhan perikanan itu sebesar Rp 1 triliun. Dan saat ini, pihaknya sudah mengeluarkan investasi di atas Rp. 200 miliar.

Dikatakannya, pembangunan alur atau akses kapal itu, agar kapal-kapal besar dari segala penjuru bisa mengakses lokasi ini sehingga sektor perekonomian dapat tumbuh dengan pesat.

“‘kami berniat bangun alur pelabuhan ini, bukan mau menutup, melainkan membuka akses seluas mungkin, agar kapal-kapal besar bisa bersandar,” ujar Deolipa.

“Dengan kedatangan PWI Bekasi Raya, saya memohon doanya agar pembangunan PPI Paljaya berjalan dengan kondusif sambil berproses dan menunggu perizinan yang dikeluarkan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” ucapnya lagi.

Terpantau dilokasi, usai beraudiensi, Ketua PWI Bekasi Raya beserta sejumlah pengurus dan Anggota bersama Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Muara Ciasem dan jajaran langsung meninjau lokasi pembangunan alur laut dan lokasi pembangunan kawasan pelabuhan perikanan PPI Paljaya. (*/M-3L)

Berita Terkait

Saat Pengukuhan Pengurus Provinsi Jawa Barat, Ketum PWI dan KDM Ingatkan Independensi Pers
‎Disdagperin Kota Bekasi Fasilitasi 12 IKM Dapatkan Sertifikasi Gratis dan Rampungkan Agenda Unggulan
Pemkot Bekasi Integrasikan Data Tanah dan Pajak, Dorong Administrasi Lebih Akurat dan Pelayanan Lebih Mudah
‎Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Kota Bekasi Ternyata Pernah Evakuasi Buaya: Catat Nomor Penting!
Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024
Bengkalis Jadi Tuan Rumah KKI 2026, Bupati Hj. Kasmarni Dorong Inovasi Teknologi Kemaritima
HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4
Jadi Sorotan, Anggaran BumDes Makaaruyen Modoinding Diduga Disalahgunakan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Saat Pengukuhan Pengurus Provinsi Jawa Barat, Ketum PWI dan KDM Ingatkan Independensi Pers

Selasa, 22 September 2026 - 18:44 WIB

‎Disdagperin Kota Bekasi Fasilitasi 12 IKM Dapatkan Sertifikasi Gratis dan Rampungkan Agenda Unggulan

Senin, 21 September 2026 - 19:09 WIB

Pemkot Bekasi Integrasikan Data Tanah dan Pajak, Dorong Administrasi Lebih Akurat dan Pelayanan Lebih Mudah

Rabu, 16 September 2026 - 17:17 WIB

‎Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Kota Bekasi Ternyata Pernah Evakuasi Buaya: Catat Nomor Penting!

Selasa, 15 September 2026 - 09:48 WIB

Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024

Berita Terbaru