Di Ambang Genosida, Tokoh Indonesia Serukan Aksi Nyata untuk Umat Kristen Nigeria

- Jurnalis

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Tragedi kemanusiaan yang menimpa komunitas Kristen di Nigeria menjadi sorotan utama dalam sebuah diskusi daring bertajuk “Pembantaian Umat Kristen di Nigeria: Siapa Peduli?” pada Minggu (12/10). Sejumlah tokoh agama, mantan diplomat, dan aktivis mendesak gereja dan masyarakat Indonesia untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil sikap atas kekerasan sistematis yang dinilai telah mengarah pada genosida.

Acara yang diinisiasi oleh Pewarna Indonesia, Simposium Setara Menata Bangsa, dan Asosiasi Pendeta Indonesia (API) ini menghadirkan data dari Armed Conflict Location and Event Data Project (ACLED) yang menunjukkan ribuan korban jiwa telah berjatuhan, mayoritas dari komunitas Kristen.

“Awalnya banyak yang mengira berita ini hoaks. Namun data menunjukkan ribuan korban jiwa telah jatuh. Ini bukan lagi isu regional, ini adalah isu kemanusiaan global,” tegas Nick Irwan selaku moderator, menepis keraguan atas keseriusan konflik tersebut.

Mantan diplomat, Partogi Samosir, mengurai akar masalah yang kompleks. Menurutnya, konflik ini bermula dari perebutan sumber daya alam dan ketimpangan ekonomi yang dieksploitasi oleh kelompok ekstremis seperti Boko Haram melalui politik identitas. Situasi diperparah oleh lemahnya perlindungan dari pemerintah setempat.

Baca Juga :  Bertumbuh dan Berkarya Bersama Yasarini: Danlanud Husein Sastranegara Serahkan Alat Olahraga ke Sekolah Angkasa

“Ini bukan sekadar persoalan agama. Ketika sumber daya diperebutkan, politik ikut bermain, dan pemerintah tidak hadir, maka kekerasan akan tumbuh subur. Itulah yang kita saksikan di Nigeria,” papar Partogi.

Kekhawatiran lebih dalam disuarakan oleh Pdt. Ronny Mandang dari Majelis Pertimbangan PGLII. Ia menilai gelombang kekerasan yang terjadi sudah berada di ambang genosida atau pemusnahan etnis. Ia pun menyerukan agar gereja-gereja di Indonesia tidak hanya menjadi penonton yang bisu.

“Kita tidak bisa diam. Gereja harus bersuara. Ini bukan semata soal iman, ini soal nyawa manusia,” serunya.

Para penanggap turut menarik relevansi tragedi ini dengan konteks Indonesia. Hasudungan Manurung dari Dewan Pengawas PPHKI menyoroti sikap apatis masyarakat terhadap isu global dan mendorong gereja untuk menjadi “suara kenabian” yang aktif mengedukasi jemaat tentang pentingnya solidaritas tanpa batas negara.

Baca Juga :  Diseminasi Layanan Kegawatdaruratan Patriot Siaga 112 di Kecamatan Bantargebang

Peringatan serupa datang dari Ketua Umum GMKI, Prima Surbakti, yang menyebut tragedi Nigeria sebagai cermin bagi Indonesia. “Jika kita tidak belajar dari sana, sejarah bisa berulang di sini. Benih-benih intoleransi dan kebencian yang sama, jika dibiarkan, bisa memicu konflik serupa,” ujarnya.

Menutup diskusi, Partogi Samosir menyampaikan pesan kuat tentang makna solidaritas sejati. “Solidaritas kita diuji bukan saat senang, tapi saat penderitaan menimpa orang lain. Jangan diam, karena diam adalah bentuk persetujuan terhadap ketidakadilan,” pungkasnya.

Diskusi ini menjadi sebuah panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk memperkuat solidaritas, membela keadilan, dan menunjukkan kepedulian nyata terhadap penderitaan sesama manusia di belahan dunia mana pun. (AW)

Berita Terkait

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
Gelory to Gelory Kabupaten Bekasi Resmi Dilantik, Perkuat Kesatuan Gereja di Kabupaten Bekasi
Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024
HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4
Jadi Sorotan, Anggaran BumDes Makaaruyen Modoinding Diduga Disalahgunakan
Praktisi Hukum Sulut Soroti Sengketa Pilhut Tumpaan Minsel 2022: Kenapa Bupati Berani Tidak Jalankan Putusan
Pemdes Pinaling Amurang Timur Gelar HUT Desa Ke 135 Tahun, Berbagai Lomba Diadakan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Gelory to Gelory Kabupaten Bekasi Resmi Dilantik, Perkuat Kesatuan Gereja di Kabupaten Bekasi

Selasa, 15 September 2026 - 09:48 WIB

Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024

Sabtu, 12 September 2026 - 14:42 WIB

HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4

Kamis, 10 September 2026 - 13:34 WIB

Jadi Sorotan, Anggaran BumDes Makaaruyen Modoinding Diduga Disalahgunakan

Berita Terbaru