Menteri Arman Bicara Percepatan Hilirisasi Sawit dan Kelapa

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan percepatan hilirisasi komoditas pertanian khususnya sawit dan kelapa berpotensi menjadi langkah strategis untuk menekan impor energi sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.

Amran mengatakan Indonesia masih mengimpor sekitar 5,8 juta ton solar, sedangkan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mencapai sekitar 26 juta ton yang sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan baku.

Menurut dia, sebagian CPO tersebut dapat diolah di dalam negeri menjadi biofuel dan berbagai produk turunan bernilai tambah sehingga impor energi dapat ditekan dan manfaat ekonomi lebih besar dinikmati di dalam negeri.

“Kalau sebagian kita olah di dalam negeri, impor energi bisa ditekan dan nilai tambahnya tinggal di Indonesia,” kata Amran dalam acara “Retreat Bela Negara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)” di Bogor, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga :  Buka Pertemuan Puncak Internasional Pertama tentang Tanah Ulayat, Menteri AHY: Kita Lindungi Masyarakat Adat

Hilirisasi sawit juga memperkuat posisi tawar Indonesia dalam rantai pasok global karena negara lain masih sangat bergantung pada pasokan bahan baku dari Indonesia, katanya menjelaskan.

Selain sawit, Kementerian Pertanian mendorong percepatan hilirisasi kelapa sebagai komoditas strategis berikutnya yang dinilai memiliki potensi nilai tambah jauh lebih besar dibandingkan ekspor bahan mentah.

Amran menyebutkan nilai ekspor kelapa nasional saat ini sekitar Rp24 triliun, sementara produk turunannya seperti santan, virgin coconut oil (VCO), dan air kelapa kemasan memiliki prospek ekonomi yang jauh lebih tinggi.

Ia menilai pengembangan industri pengolahan kelapa di dalam negeri tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga memperkuat perekonomian daerah sentra produksi dan membuka lapangan kerja.

“Kita jangan hanya menjual bahan mentah. Kalau diolah di dalam negeri, nilai ekonominya bisa meningkat signifikan,” ujar dia.

Ia juga menyoroti komoditas gambir yang selama ini sebagian besar diekspor dalam bentuk bahan mentah, meskipun Indonesia menguasai sekitar 80 persen pasokan gambir dunia.

Baca Juga :  PWI Bekasi Raya Terima Permintaan Maaf Oknum Guru Terkait Dugaan Pelecehan Profesi Wartawan

Menurut dia, hilirisasi gambir di dalam negeri berpeluang memperkuat industri nasional sekaligus meningkatkan pendapatan petani, khususnya di daerah sentra produksi.

Dalam kesempatan tersebut, Amran menekankan bahwa hilirisasi harus ditopang oleh reformasi kebijakan dan penyederhanaan regulasi agar pelaksanaannya berjalan efektif.

Ia mencontohkan kebijakan pupuk yang mampu menurunkan harga sekitar 20 persen tanpa penambahan anggaran sebagai bukti bahwa perubahan regulasi dapat memberikan dampak besar bagi sektor pertanian.

“Kebijakan yang tepat dampaknya bisa jauh lebih besar dibandingkan sekadar menambah anggaran,” katanya.

Amran menambahkan penguatan hilirisasi pangan dan energi menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global, sekaligus mendukung visi jangka panjang pembangunan nasional.***

Berita Terkait

BPC HIPMI Kota Bekasi Bekali Pemenang Technopreuner Camp Strategi Bisnia Era Digitalisasi
Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka
Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
‎Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Kota Bekasi Ternyata Pernah Evakuasi Buaya: Catat Nomor Penting!
Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024
HIPMI Kota Bekasi Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Orientasi Batch 4

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:26 WIB

BPC HIPMI Kota Bekasi Bekali Pemenang Technopreuner Camp Strategi Bisnia Era Digitalisasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Business Matching Day Bogor-Bekasi-Depok, HIPMI Kota Bekasi Perkuat Ekosistem Bisnis, Peluang Pasar dan Supplier Makin Terbuka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting

Berita Terbaru