KOTA BEKASI – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi dari sektor pengelolaan air limbah menunjukkan performa mengesankan sepanjang tahun lalu. Meski sempat menghadapi kendala operasional akibat faktor alam, sektor ini berhasil melampaui target yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Widayat Subroto, mengungkapkan bahwa realisasi PAD dari sektor tersebut mencapai angka yang signifikan.
“PAD kita tahun kemarin relatif tercapai dengan baik dan melebihi target yang ditargetkan oleh Pemerintah Daerah. Kita hampir mencapai 200 persen yang sudah kita capai,” ujar Widayat Subroto saat memberikan keterangan.
Salah satu kontributor utama dalam pencapaian ini adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD). Namun, Subroto mengakui bahwa perjalanan tahun lalu tidak sepenuhnya mulus karena adanya bencana alam di area operasional.
“Memang salah satu penyumbangnya adalah PAL (Pengelolaan Air Limbah). Tapi memang kemarin karena PAL itu berada di lingkungan sampah, memang terdampak oleh bencana longsor sampah tersebut,” jelasnya merujuk pada kendala di lapangan.
Meski dampak longsor tersebut sempat mengurangi kecepatan operasional secara teknis, hal itu tidak menyurutkan perolehan pendapatan daerah secara keseluruhan. Strategi manajemen yang diterapkan terbukti efektif menjaga arus pendapatan tetap pada jalurnya.
“Secara running itu berkurang, tetapi secara pendapatan masih bisa kita on progress lah, dan melebihi dari target yang ditargetkan,” pungkas Subroto.
Keberhasilan UPTD PALD melampaui target hingga dua kali lipat ini diharapkan menjadi pemacu bagi Disperkimtan untuk terus mengoptimalkan potensi pelayanan publik yang juga berdampak pada penguatan fiskal daerah. (*)
















