MINSEL, TelusurNews,- Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Pemkab Minsel) membangun posko-posko pengungsian korban abrasi teluk Amurang, yang terjadi di kawasan Jembatan Boulevard penghubung Kelurahan Bitung dan Kelurahan Uwuran Satu, dan ikonik ‘I Am Amurang’, belakang pasar 54 Amurang, Rabu (15/6/2022).
Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Selatan Glady Kawatu mengatan, Pemkab Minsel menyediakan posko pengungsian di 2 (dua) tempat, yaitu di Kantor Lurah Lewet dan di Aula Gereja GMIM Sentrum Amurang.
“Lokasi pengungsian sudah kita siapkan, di Kantor Lurah Lewet dan di aula Gereja GMIM Sentrum Amurang,” ungkap Kawatu, kepada wartawan, (15/06).
Pemerintah meminta warga tetap waspada akan kemungkinan terjadinya abrasi atau erosi susulan pantai Amurang.
“Masih sangat potensial untuk ada longsoran susulan.
Untuk sementara waktu mungkin aktivitas di pasar akan dihentikan, melihat kondisi lebih lanjut, kita mengundang tim ahli untuk melakukan kajian,” ujarnya.
Pemerintah menghimbau warga sekitar kejadian untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Kami juga menghimbau warga yang berada di seputaran lokasi untuk mengungsi ke keluarga dulu ataupun yang disiapkan di posko yang dibangun oleh pemerintah,” imbau Kawatu. (Toar Lengkong/***)
















