Anggaran Rp 5.879.000.000 untuk Paket Data Internet Para Kader Tim Pendamping Keluarga di Kota Bekasi

- Jurnalis

Rabu, 24 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI – Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kota Bekasi yang telah di SK kan oleh Wali Kota, tahun 2023 menerima paket data internet berdasarkan juknis BOKB (Bantuan Operasional Keluarga Berencana) dari Pemerintah Pusat.

“Jumlah kader sebanyak 5877 orang, menerima paket data internet (untuk handphone) dengan total pagu anggaran Rp. 5.879.000.000, bahwa setiap kader menerima paket data setiap bulan selama 10 bulan kegiatan,” ungkap Kepala Bidang Keluarga Berencana (Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bekasi), drg Dezi Syukrawati kepada media ini, Rabu (24/05/2023) siang.

Setiap kader sudah mempunyai nomor telepon masing-masing, imbuh Dezi. “Jadi, mereka pakai nomor apa, diberi sesuai itu. Paket nya langsung masuk, melalui kerjasama dengan penyedia secara langsung, dari Telkomsel, Indosat dan XL. Nama kader terdaftar, nomor terdaftar dan di SK kan. Kalau tahun kemarin, masih proses awal, sementara tahun ini sudah dengan SK Wali Kota,” ujarnya.

Baca Juga :  Disaksikan CEP, Michaela Elsiana Paruntu Secara Resmi Dilantik Sebagai Pimpinan Definitif DPRD Sulut Periode 2024-2029

Tim Pendamping Keluarga (TPK) secara sosial bertugas untuk melakukan pendampingan, berkunjung atau menelpon kepada keluarga beresiko, berdasarkan data secara nasional.

Dari data itu, mereka memantau keluarga-keluarga beresiko. “Misalnya ada di dalamnya anak dari nol tahun hingga dua tahun, ada Ibu-ibu yang sedang hamil, ada Ibu-ibu yang baru melahirkan dan juga calon-calon pengantin. Itu tugas mereka, dalam pendampingan,” katanya.

Baca Juga :  Panglima TNI Mendampingi Presiden RI Resmikan BTS 4G dan Pemberian BLT Di Sulawesi Utara

Dijelaskan Dezi, bahwa tim Pendamping di lapangan, dibentuk berdasarkan arahan dari pusat.

“Ada kader dari Dinas KB, ada petugas kesehatan, ada juga unsur masyarakat yakni Ibu-ibu PKK. Sementara untuk jumlah tim bervariasi, tergantung jumlah penduduk nya. Mungkin tidak di setiap RT, tapi di setiap kelurahan ada,” sebut Dezi.

Diakhir wawancara, ia menyatakan bahwa hal tersebut merupakan perhatian dari pemerintah pusat, yang nantinya program ini akan berkaitan dengan penanganan stunting. (M-3L)

Berita Terkait

Temy Hermanto Sambut Peluang Proyek Konstruksi: Saatnya Pengusaha Muda Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
‎Bapenda Kota Bekasi Optimis Capai Target Pajak di Angka 90 Persen Menjelang Akhir Tahun
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia
Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting
‎Lakukan Pengamanan Aset TKD 371 Hektar di Kabupaten Bekasi, Kepala BPKAD Kota Bekasi Buka Suara
Kabag Prokopim Kota Bekasi Dicecar Pertanyaan Wartawan Terkait Transparansi Agenda Kepala Daerah dan Fasilitas Pressroom ‎
‎Calon Sekda Kota Bekasi Harus Miliki Rekam Jejak Bersih dan Mampu Cegah Korupsi
Bawaslu Minsel Diduga Pakai Perusahaan Bodong dan Barang Pengadaan Bekas Saat Pilkada 2024

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:37 WIB

‎Bapenda Kota Bekasi Optimis Capai Target Pajak di Angka 90 Persen Menjelang Akhir Tahun

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema 73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Ketika Puskesmas Pondok Gede Mengetuk Pintu Rumah Balita Stunting

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:55 WIB

‎Lakukan Pengamanan Aset TKD 371 Hektar di Kabupaten Bekasi, Kepala BPKAD Kota Bekasi Buka Suara

Senin, 28 September 2026 - 10:15 WIB

Kabag Prokopim Kota Bekasi Dicecar Pertanyaan Wartawan Terkait Transparansi Agenda Kepala Daerah dan Fasilitas Pressroom ‎

Berita Terbaru

Nasional

PWI-Lemhannas Teken MoU untuk Menjaga Ketahanan Nasional

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:58 WIB