BEKASI – Sebuah lembaga bernama Yayasan Grapiks Bekasi, bergerak dalam bidang penanggulangan HIV AIDS, mengadakan kegiatan “Utilizing the Community Working Group Coordination Meeting Among Communities to Discuss Findings from The Regular Monitoring and Setting The Advocacy Strategy” di Hotel Aston Imperial Bekasi pada Selasa (13/02/2024) pagi.
Kegiatan ini dihadiri berbagai pihak terkait, diantaranya Paralegal, Advocacy officer, Koordinator SSR, Stakeholder, Penggiat program HIV, dan Komunitas. Sejumlah OPD dari Pemerintah Kota Bekasi, bahkan perwakilan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi, Michael Lengkong mewakili Ketua Melody Sinaga.
Daniel Ramadhan, Pengelola Yayasan Grapiks Bekasi, menyatakan bahwa kegiatan ini diinisiasi untuk mengatasi masalah-masalah terkait pencegahan dan penanggulangan HIV di Kota Bekasi. Menurut Daniel, meskipun Pemerintah Kota Bekasi telah memberikan kontribusi yang baik dalam hal ini, masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki.
“Kegiatan ini kita inisiasi, karena memang ada masalah-masalah kaitannya dengan pencegahan dan penanggulangan HIV di Kota Bekasi. Beberapa hal memang sudah baik, bagaimana pemerintah Kota Bekasi berkontribusi, tetapi beberapa hal juga masih sangat kurang. Nah, ini kita sedang mendorong itu,” ujar Daniel Ramadhan selaku Pengelola Yayasan Grapiks Bekasi, saat diwawancarai usai acara berlangsung.
Kegiatan ini, diharapkan dapat memunculkan ide-ide baru dan menyatukan pemahaman bersama mengenai pentingnya penanganan HIV.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, kita bisa bertemu bareng dengan teman-teman OPD (organisasi perangkat daerah), dengan media dan teman-teman penggiat dan seluruh masyarakat bisa memunculkan ide-ide serta punya pemahaman yang sama, apakah HIV menjadi penting untuk kita selesaikan,” ucap Daniel.
Pihaknya juga menyoroti, peran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di Kota Bekasi yang menjadi leading sektor dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS. Meskipun KPA telah didukung oleh peraturan daerah, Daniel mengungkapkan harapannya agar KPA dapat menjadi lebih efektif dan powerful dalam mengatasi isu lintas sektor terkait HIV/AIDS.
“Di Kota Bekasi sudah ada institusi yang namanya Komisi Penanggulangan AIDS yang diketuai oleh Kepala Daerah. Institusi ini, menjadi leading sektor yang sangat powerfull sebetulnya. Makanya, ada dukungan peraturan daerah nomor 03 tahun 2009 terkait dengan itu,” ungkap Daniel.
“Tapi, harapan kami, tidak bisa semuanya terwujud dengan adanya KPA. Kami sedang mendorong KPA, agar lebih powerfull lagi, karena cukup kuat mereka,” sambung Daniel.
“Isu HIV tidak menjadi isu kesehatan saja, makanya isu lintas sektor ini yang digawangi oleh KPA, harus lebih efektif lagi. Itu yang sedang kami upayakan,” imbuhnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara berbagai pihak dapat ditingkatkan untuk mencapai tujuan bersama dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kota Bekasi.
Penulis : M Lengkong
















