SULUT, Telusur News,- Kasus dugaan gratifikasi yang menyebut nama Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar (FDW) makin menyeruak ke publik.
Pasalnya, tidak hanya Bupati Wongkar, informasi yang didapat ada oknum lain yang juga diduga terlibat di dalamnya.
Dan ini semakin membuat publik penasaran.
Melansir pemberitaan dari Tribun Manado pada beberapa hari lalu, Polda Sulawesi Utara (Sulut) membenarkan telah memeriksa bupati yang sedang menjabat untuk periode kedua di bagian selatan Minahasa, terkait keterlibatan dalam dugaan gratifikasi.
Bupati yang kerap disapa FDW ini diperiksa berkaitan dengan dugaan pemberian sejumlah uang kepada oknum tertentu demi mengamankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kasus ini terangkat ke publik setelah dilaporkan oleh Hendrik Mamuaya ke Polda Sulut. Kemudian dibenarkan oleh Kasubdit Tipidkor Polda Sulut Kompol Muhammad Fadly.
“”Iya sudah,” ujar Muhammad Fadly kepada media, via whatsapp, Rabu (29/10/2025).
Sebelumnya, menurut Muhammad Fadly, Polda Sulut telah mengambil keterangan dari sejumlah pejabat Pemkab Minsel, diantaranya Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Setda) Minsel Silvia Bimbahati dan Kepala Inspektorat Minsel Hendra Pandeynuwu.
Kepada Media Telusur News (03/11), Kompol Fadly melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp pribadinya mengatakan dugaan kasus ini masih dalam pendalaman penyidik Polda Sulut.
“Masih pendalaman,” ungkapnya.
Kasus ini disinyalir akan menempuh perjalanan panjang. Pasalnya, ada oknum lain yang diduga terlibat di dalamnya.
Sama halnya dengan kasus Dana Hiba Pemprov Sulawesi Utara yang sebelumnya diperiksa Polda Sulut. Akhirnya menetapkan beberapa tersangka yang kemudian berproses di pengadilan. Demikian kasus dugaan gratifikasi WTP BPK yang dinilai berpotensi mengarah ke penetapan tersangka.
Pemkab Minsel ketika dihubungi untuk dimintai tanggapan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Minsel Glady Kawatu lewat nomor pribadinya belum merespon. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tusrianto Rumengan, melalui nomor WhatsApp pribadi mengatakan akan berkonsultasi terlebih dahulu.
“Kita mo kosultasikan dulu,” tulis Tusrianto, (03/11).
Penulis : Toar Lengkong
Editor : Toar Lengkong
















