BANDUNG — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat kembali menggelar Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 74-75-76, bertempat di GOR Wartawan, Jalan Bandung, Rabu-Kamis (24-25 Juni 2026)
Acara ini diselenggarakan sebagai langkah nyata untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme para insan pers di wilayah Jawa Barat.
Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber yakni Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Yomanius Untung, Spd, MM.
”Kredibilitas dan Integritas Wartawan: Konsep, Implementasi dan Kasus Faktual di Lapangan,” ujar H. Yomanius.
Di hadapan para peserta ujian, Yomanius mengingatkan kembali esensi mendasar dari profesi jurnalis yang memegang peran vital dalam tatanan bernegara. Menurutnya, posisi pers sebagai pilar keempat demokrasi tidak boleh dinodai oleh praktik-praktik yang tidak bertanggung jawab.
”Pers adalah pilar keempat demokrasi atau The Fourth Estate. Oleh karena itu, menjaga kredibilitas dan integritas itu bukan sebuah pilihan yang bisa ditawar, ini adalah kewajiban profesional yang mutlak,” tegas Yomanius Untung saat memaparkan materinya di GOR Wartawan.
Lebih lanjut, Yomanius membedah konsep kredibilitas wartawan yang harus dipenuhi secara normatif, formal, maupun sosial. Dari aspek hukum dan regulasi, ia mendorong agar seluruh jurnalis memiliki legalitas yang jelas dan diakui oleh negara.
”Idealnya, seorang jurnalis harus memiliki sertifikat Kompetensi Wartawan atau UKW dari Dewan Pers. Selain itu, dalam menjalankan tugas sehari-hari di lapangan, wajib hukumnya berpatokan pada Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999,” ujarnya.
Tidak hanya mengandalkan aspek legalitas formal, Yomanius juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik sebagai benteng moral seorang jurnalis. Ia menjabarkan empat poin utama yang menjadi motor penggerak profesionalisme pers, yaitu akurasi, independensi, keberimbangan, dan niat baik.
”Wartawan yang hebat tidak hanya sekadar bisa menulis berita cepat, tetapi harus memastikan akurasi dan kebenaran informasinya. Jaga independensi, tetap berimbang dalam pemberitaan, dan yang terpenting, jalankan profesi ini dengan niat baik untuk kepentingan publik,” pungkas Yomanius menutup paparannya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh hampir seratus orang Wartawan yang bertugas di Provinsi Jawa Barat.
Terpantau, acara dibuka oleh perwakilan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Adi Komar.
Acara UKW PWI Jabar ini diharapkan dapat melahirkan jurnalis-jurnalis yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi guna menangkal sebaran berita bohong (hoax) di tengah masyarakat.

















