Puskesmas Pondokgede Turun ke Warga, Perkuat Deteksi Dini TB dan PTM

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Telusur News, Kota Bekasi – Upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan Puskesmas Pondokgede, Kota Bekasi. Tidak hanya menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan justru turun langsung ke lingkungan permukiman untuk melakukan skrining dan deteksi dini berbagai penyakit, khususnya tuberkulosis (TB) serta penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus.

Kegiatan skrining kesehatan tersebut dilaksanakan di wilayah Jalan Masjid Nurul Ikhsan, RT 04/RW 01, Warung Agil Kelurahan Jatiwaringin Pondokgede, Senin (31/8/2026). Kegiatan merupakan bagian dari pelaksanaan program kesehatan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yang diteruskan melalui Dinas Kesehatan kepada fasilitas pelayanan kesehatan di daerah.

Nita Mu’tazilah dari Puskesmas Pondokgede mengatakan, pihaknya menjalankan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan sekaligus mendukung program skrining yang diarahkan pemerintah.

Menurutnya, sebelum pelaksanaan kegiatan, koordinasi telah dilakukan dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan pelayanan di lapangan berjalan optimal.

“Kami melaksanakan kegiatan skrining ini berdasarkan arahan dari Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan. Jadi kami di Puskesmas tinggal melaksanakan dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik,” ujar Nita.

Dalam kegiatan tersebut, Puskesmas Pondokgede menurunkan sekitar lima tenaga kesehatan, sementara kebutuhan personel dapat disesuaikan dengan jenis pemeriksaan yang dilakukan.

Untuk pemeriksaan tertentu yang membutuhkan dukungan peralatan khusus seperti rontgen, pelaksanaannya menyesuaikan jadwal dan ketersediaan tenaga maupun fasilitas radiologi.

 

Deteksi Sedini Mungkin Dengan Skrining TB Terintegrasi CKG

Kegiatan tersebut pada prinsipnya merupakan skrining, bukan pelayanan pengobatan langsung.

Warga yang mengikuti pemeriksaan dan ditemukan memiliki hasil yang perlu mendapatkan perhatian lebih akan diarahkan untuk melanjutkan pemeriksaan maupun pengobatan ke fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Pondokgede.

Dengan pola tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatannya, tetapi juga mendapatkan jalur tindak lanjut apabila ditemukan faktor risiko atau indikasi penyakit.

Baca Juga :  Wali Kota Bekasi Hadiri Silaturahmi Gubernur Dedi Mulyadi Bersama 27 Kepala Daerah di Subang

“Ini sifatnya screening, bukan pengobatan. Kalau misalnya ditemukan hasil yang tinggi atau ada kondisi yang perlu ditindaklanjuti, masyarakat akan diarahkan kembali ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan,” jelas Nita.

Langkah ini menjadi penting karena sejumlah penyakit kronis kerap berkembang tanpa menimbulkan keluhan yang berarti pada tahap awal.

 

Hipertensi dan Diabetes Masih Menjadi Perhatian

Perawat Puskesmas Pondokgede, ibu Panca, mengungkapkan bahwa penyakit tidak menular yang cukup menonjol di wilayah pelayanan Puskesmas Pondokgede antara lain hipertensi dan diabetes melitus.

Keduanya menjadi perhatian karena membutuhkan pengendalian dan pemantauan secara berkelanjutan.

Pemeriksaan sederhana seperti tekanan darah dan kadar gula darah menjadi pintu awal untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang.

Menurut Panca, pemeriksaan berkala sangat penting dilakukan masyarakat, termasuk mereka yang merasa sehat dan tidak mengalami keluhan.

Sebab, seseorang dapat memiliki tekanan darah tinggi atau kadar gula darah yang tidak terkendali tanpa menyadari adanya masalah kesehatan tersebut.

Karena itu, pendekatan promotif dan preventif terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya datang ketika sudah sakit, tetapi mulai membangun kebiasaan memeriksakan kesehatan secara rutin.

 

Skrining TB Terintegrasi dengan CKG

Selain penyakit tidak menular, Puskesmas Pondokgede juga memberikan perhatian terhadap tuberkulosis (TB) melalui kegiatan skrining yang terintegrasi dengan program pemeriksaan kesehatan gratis.

Panca menjelaskan, kegiatan skrining dilakukan di wilayah-wilayah yang telah ditentukan sebagai bagian dari upaya menemukan kasus TB sedini mungkin.

“Kita dalam rangka screening penyakit tuberkulosis atau TB yang terintegrasi dengan pemeriksaan kesehatan gratis. Kami diminta melakukan pemeriksaan skrining ke wilayah-wilayah yang telah ditentukan,” ungkapnya.

Apabila ditemukan warga yang memiliki indikasi atau membutuhkan pemeriksaan lanjutan, maka akan dilakukan rujukan sesuai prosedur.

Untuk pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM), Puskesmas Pondokgede melakukan rujukan ke RSUD Pondokgede.

Baca Juga :  Bendera SMSI Resmi Berkibar di Kabupaten Terselatan NKRI

Di wilayah kegiatan tersebut, pada tahun ini juga tercatat terdapat warga yang menjalani pengobatan TB. Kondisi ini semakin mempertegas pentingnya skrining aktif untuk menemukan kasus sedini mungkin sekaligus mencegah penularan di lingkungan masyarakat.

 

Pelayanan Jemput Bola Jadi Kekuatan Puskesmas

Panca menambahkan, pelayanan kesehatan berbasis masyarakat bukan hal baru bagi Puskesmas Pondokgede.

Puskesmas memiliki sejumlah inovasi untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. Salah satunya pelayanan persalinan jemput bola, selain berbagai kegiatan pelayanan dan skrining kesehatan di lingkungan warga.

Konsep jemput bola tersebut menjadi bagian dari transformasi pelayanan kesehatan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat pelayanan.

Artinya, fasilitas kesehatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan ketika warga sakit, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menjaga kesehatan sejak sebelum munculnya penyakit.

 

Dari Lingkungan Warga, Membangun Kesadaran Sehat

Kegiatan skrining di Jalan Masjid Nurul Ikhsan tersebut menjadi gambaran bahwa membangun kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan terus mendorong masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga pola hidup, melakukan pemeriksaan secara berkala, serta tidak mengabaikan gejala yang muncul.

Lebih dari sekadar angka jumlah warga yang diperiksa, kegiatan ini membawa pesan sederhana namun penting: semakin cepat sebuah penyakit ditemukan, semakin besar peluang untuk dikendalikan dan ditangani dengan tepat.

Puskesmas Pondokgede pun terus mendorong agar masyarakat tidak menjadikan fasilitas kesehatan sebagai tempat yang baru didatangi ketika kondisi sudah memburuk.

Kesehatan dimulai dari kesadaran, deteksi dini, dan keberanian untuk memeriksakan diri.

Melalui pelayanan yang semakin dekat dengan lingkungan warga, Puskesmas Pondokgede menunjukkan bahwa layanan kesehatan tidak harus menunggu masyarakat datang—tenaga kesehatan pun siap hadir, menyapa, memeriksa, mengedukasi, dan memastikan warga mendapatkan tindak lanjut yang dibutuhkan.

(DMS)

Berita Terkait

‎Keamanan Kantor Satpol PP Kota Bekasi Dinilai Berlebihan dan Kaku, Disoroti Ketua Pokja Wartawan
Dugaan Maladministrasi Pelayanan Publik Di PN Manado Jadi Sorotan Tajam
‎CKG Anak Sekolah dan BIAS Tahun 2026 di SDIT An – Najm Rabbani: Wujudkan Anak Sehat dan Terlindungi
DLH Kota Bekasi Gandeng KP2C dan Tim Marinir TNI AL Susur DAS Kali Bekasi
Kemnaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif ASEAN
Semarak Kemerdekaan, Puskesmas Jatibening Gelar Skrining Kesehatan Gratis
Pemerintah Kota Bekasi Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Hankam Jatirahayu Kecamatan Pondok Melati
‎Wujudkan Pangan Higienis dan Sehat, Puskesmas Jatimakmur Gelar Edukasi serta Cek Kesehatan Gratis Petugas SPPG

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 21:31 WIB

Puskesmas Pondokgede Turun ke Warga, Perkuat Deteksi Dini TB dan PTM

Selasa, 1 September 2026 - 16:36 WIB

‎Keamanan Kantor Satpol PP Kota Bekasi Dinilai Berlebihan dan Kaku, Disoroti Ketua Pokja Wartawan

Selasa, 1 September 2026 - 16:04 WIB

Dugaan Maladministrasi Pelayanan Publik Di PN Manado Jadi Sorotan Tajam

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:28 WIB

‎CKG Anak Sekolah dan BIAS Tahun 2026 di SDIT An – Najm Rabbani: Wujudkan Anak Sehat dan Terlindungi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:12 WIB

DLH Kota Bekasi Gandeng KP2C dan Tim Marinir TNI AL Susur DAS Kali Bekasi

Berita Terbaru