Marak Salurkan Bansos Jelang Pilkada 2024, Bupati Franky Wongkar Dinilai Langgar Usulan KPK RI Terkait Larangan Salurkan Bansos

- Jurnalis

Sabtu, 21 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: bupati FDW saat menyalurkan Bansos bahan pokok dan uang tunai kepada masyarakat, yang telah viral di media sosial

Foto: bupati FDW saat menyalurkan Bansos bahan pokok dan uang tunai kepada masyarakat, yang telah viral di media sosial

MINSEL, TelusurNews,-  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) mengusulkan supaya ada aturan larangan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Hal tersebut dilakukan KPK karena maraknya praktek ‘money politic’ saat Pilkada. Begitu juga dengan sering terjadinya kampanye terselubung lewat penyaluran Bansos.

“Sesuai dengan survei kami di KPK, bahwa preferensi masyarakat memilih calon anggota DPR atau pimpinan daerah atau negara yang pertama-tama apa Bapak-Ibu sekalian? Faktor uang. Itu dari survei kami di KPK,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2024) lalu.

Ia kemudian meminta kepada para petinggi di kementerian terkait untuk menindaklanjuti usulan KPK.

“Coba upayakan, Bapak-Ibu sekalian, Pak Sekjen, Pak Inspektur, jangan ada penyaluran bansos sebelum pilkada,” kata Alex.

Namun tidak demikian yang terjadi di daerah-daerah, khususnya di daerah Kabupaten Minahasa Selatan.

Baca Juga :  DID Kota Bekasi Rp58 Miliar, Akademisi: Harus Tepat Sasaran dan Berdampak Efektif Bagi Masyarakat

Jelang Pilkada November 2024, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yaitu Bupati Franky Donny Wongkar terpantau kerap melakukan aksi bagi-bagi sembako dan bantuan sosial uang.

Informasi yang media ini rangkum, pada beberapa hari belakangan ini, Bupati Franky Wongkar gencar melakukan penyerahan bantuan bahan pokok sekaligus dana insentif lansia di desa dan kelurahan di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan. Bahkan telah viral di media sosial.

Hal tersebut tentunya bertentangan dengan usulan KPK RI untuk tidak menyalurkan Bansos 2 (dua) bulan sebelum Pilkada. Bahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menyebutkan, Bansos yang digunakan untuk kepentingan Pemilu/Pilkada dapat dikualifikasikan sebagai Politik Uang.

“Kita (Bawaslu) nanti akan memberikan himbauan kepada pihak terkait dalam kaitannya dengan bansos yang berhubungan dengan kampanye pemilu. Tapi tidak kemudian penyelenggara untuk menahan (bansos),” kata Anggota Bawaslu RI Puadi, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi, dalam Diskusi Media bertema ‘waspada tsunami politisasi bansos pada Pemilu 2024’ di Media Center Bawaslu, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Baca Juga :  Wabup Petra Rembang Hadiri Pembukaan Sidang Tahunan MPL dan Konsultasi BIPRA SAG Sulutteng 2022

Pemkab Minsel melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Trusianto Rumengan saat dihubungi lewat aplikasi pesan singkat WhatsApp di nomor pribadinya, mengatakan Bansos sudah dianggarkan dan harus disalurkan. Trusianto pun sempat menyinggung terkait usulan KPK RI terkait penyaluran Bansos jelang Pilkada yang tidak disetujui oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sementara, Bansos jika tidak ada kepentingan untuk Pilkada maka seharusnya dapat disalurkan setelah Pilkada.

“Itu (bansos) sudah teranggarkan, jadi dilaksanakan,” ujar Trusianto, Sabtu (21/09/2024).

Banyak pihak berharap apa yang dilakukan oleh Bupati Minsel Franky Donny Wongkar agar ditindaklanjuti oleh aparat penegak terkait. (toar)

Penulis : Toar Lengkong

Editor : Toar Lengkong

Berita Terkait

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Kuala Lumpur
Tri Adhianto Hadiri Pemaparan Desain PSEL Kota Bekasi, Dorong Percepatan Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik
‎Targetkan 3.000 Sertifikat, Tim PTSL Kota Bekasi Kejar Penyelesaian Berkas di 10 Kelurahan
PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Senilai Rp1,9 M di PMJ Genap Setahun, Ketua Aing Suryono Beri Kue
PWI Pusat Gelar Doa Bersama Wafatnya Sekjen Zulmansyah Sekedang
TMMD 2026 Sasar Infrastruktur dan Sosial, Tri Adhianto Dorong Pembangunan Berkelanjutan Tepat Sasaran
Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:03 WIB

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Kuala Lumpur

Jumat, 24 April 2026 - 21:28 WIB

Tri Adhianto Hadiri Pemaparan Desain PSEL Kota Bekasi, Dorong Percepatan Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik

Jumat, 24 April 2026 - 09:59 WIB

‎Targetkan 3.000 Sertifikat, Tim PTSL Kota Bekasi Kejar Penyelesaian Berkas di 10 Kelurahan

Jumat, 24 April 2026 - 08:56 WIB

PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta

Kamis, 23 April 2026 - 12:07 WIB

Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Senilai Rp1,9 M di PMJ Genap Setahun, Ketua Aing Suryono Beri Kue

Berita Terbaru