Telusur News, Kota Bekasi, 25 November 2025 — UPTD Puskesmas Karangkitri kembali menegaskan perannya sebagai pelopor layanan kesehatan berbasis inovasi melalui partisipasinya dalam Bekasi Innovation Week 2025. Pada gelaran tahun ini, Puskesmas Karangkitri mempersembahkan dua terobosan unggulan yang menjadi ikon transformasi layanan, yakni SENTUH SAKURA dan BUNG SENJA.
SENTUH SAKURA — Layanan HIV Terintegrasi, Ramah, dan Bebas Stigma
SENTUH SAKURA (Sentra Tanggap Untuk HIV di Poli Sakura) merupakan inovasi strategis yang menghadirkan layanan terintegrasi untuk pemeriksaan, pendampingan, dan edukasi HIV secara cepat, nyaman, dan bebas stigma.
Layanan ini dirancang dengan pendekatan humanis—mengutamakan kerahasiaan, pendampingan psikososial, serta pengalaman pelayanan yang aman dan ramah bagi semua kelompok masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, SENTUH SAKURA sukses meraih dua penghargaan bergengsi:
Top 5 Puskesmas Terinovatif Kota Bekasi, dan
Juara 2 Inovasi Terbaik pada Lomba Inovasi Daerah Kota Bekasi 2025.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi layanan HIV di Poli Sakura mampu memberi dampak signifikan dalam meningkatkan kesadaran, keterjangkauan, serta keberanian masyarakat untuk melakukan pemeriksaan HIV secara mandiri dan bertanggung jawab.
BUNG SENJA — Inovasi Sanitasi Aman Berbasis Tabungan Sedot Tinja
Inovasi kedua, BUNG SENJA (Tabungan Sedot Tinja), hadir sebagai solusi peningkatan sanitasi aman dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat.
Melalui mekanisme tabungan yang dikembangkan secara partisipatif, masyarakat didorong lebih mandiri dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Pendekatan BUNG SENJA terbukti efektif dan berkelanjutan hingga berhasil masuk Top 3 Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2025, mencerminkan pengakuan tingkat provinsi atas efektivitas program sanitasi berbasis komunitas tersebut.
Kepala Puskesmas: “Inovasi Ini Dibangun dari Kebutuhan Riil Masyarakat”
Kepala UPTD Puskesmas Karangkitri, dr. Hemalia, menyampaikan bahwa kedua inovasi ini lahir dari hasil survey kebutuhan masyarakat yang dilakukan oleh puskesmas Karangkitri serta berdasarkan capaian program puskesmas dan tentunya komitmen untuk terus memperbaiki kualitas layanan kesehatan tingkat pertama.
“SENTUH SAKURA dan BUNG SENJA bukan hanya program, tetapi gerakan perubahan. Kami membangun inovasi dari kebutuhan nyata masyarakat, dengan harapan setiap warga mendapatkan layanan yang cepat, aman, dan manusiawi,” ungkapnya.
dr. Hemalia menambahkan bahwa inovasi tidak boleh berhenti pada kompetisi:
“Prestasi yang kami raih menjadi motivasi agar Puskesmas terus bergerak maju. Inovasi harus hidup, berkembang, dan memberi dampak luas. Kami ingin memastikan bahwa setiap pelayanan di Karangkitri benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat.”
Komitmen Berkelanjutan untuk Transformasi Layanan Kesehatan
Melalui keikutsertaan pada Bekasi Innovation Week 2025, UPTD Puskesmas Karangkitri menegaskan komitmennya untuk:
- Terus berinovasi,
- Memperkuat kolaborasi lintas sektor,
- Mengembangkan layanan yang inklusif dan mudah diakses,
- Serta memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan.
Puskesmas Karangkitri optimistis bahwa inovasi seperti SENTUH SAKURA dan BUNG SENJA dapat menjadi model inspiratif bagi puskesmas lain dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan primer di Kota Bekasi.
(DM)
















