KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi menggelar acara puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tingkat Kota Bekasi tahun 2025.
Acara yang berlangsung di Balai Patriot ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, aparatur sipil negara, pilar-pilar sosial, hingga perwakilan organisasi penyandang disabilitas.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Robert TP Siagian menyampaikan bahwa peringatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi penyandang disabilitas. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengupayakan bantuan melalui sinergi dengan berbagai pihak.
“Kami memfasilitasi pengusulan bantuan alat bantu disabilitas kepada Sentra Terpadu Pangudi Luhur sebanyak 30 unit. Meskipun sebagian dialihkan untuk penanganan bencana, kami pastikan bantuan tersebut akan direalisasikan secara bertahap mulai awal tahun 2026,” ujar Robert dalam laporannya.
Sebagai langkah nyata pada hari pelaksanaan, Pemkot Bekasi secara simbolis menyerahkan bantuan berupa kursi roda dan kaki palsu kepada para penerima manfaat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe dalam sambutannya menekankan bahwa tantangan sosial yang dihadapi saat ini, seperti kemiskinan dan masalah moral, memerlukan semangat juang yang sama dengan para pahlawan masa lalu. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan HKSN sebagai sarana mempererat silaturahmi.
“Dengan sumber daya yang tersedia dan upaya yang serius serta kerja keras, kita akan mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi, seperti masalah kemiskinan, siswa putus sekolah, hingga penyalahgunaan narkoba,” tegas Wakil Wali Kota Bekasi dalam sambutannya.
Acara ditutup dengan harapan agar inklusivitas dan kemandirian penyandang disabilitas di Kota Bekasi terus meningkat melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha (donatur), dan masyarakat luas. (*)
















