
BEKASI – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi menunjukkan komitmennya dalam turut mencetak generasi muda berdaya saing global. Bekerja sama dengan Yayasan Pahoa, Imigrasi Bekasi resmi menyelenggarakan Program Pelatihan Bahasa Mandarin yang dipusatkan di SMP Negeri 44 Kota Bekasi.
Kegiatan yang dimulai sejak 5 Februari 2026 ini merupakan langkah nyata sinergi antarinstansi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini.
Program ini juga menjadi wujud implementasi dari Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin keempat yang berfokus pada penguatan pembangunan manusia, sains, dan teknologi.
Kepala Kantor Imigrasi Bekasi, Anggi Wicaksono, menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing adalah aset krusial bagi generasi muda di era saat ini.
”Penguasaan bahasa asing, termasuk Bahasa Mandarin, menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan global,” ujar Anggi Wicaksono saat memberikan keterangannya.
Beliau menambahkan bahwa melalui program kolaboratif ini, pihak Imigrasi berharap para siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga mendapatkan perspektif yang lebih luas untuk masa depan mereka.
”Melalui program ini, kami berharap para siswa dapat memperoleh wawasan yang bermanfaat untuk masa depan,” pungkasnya.
Hadirnya pelatihan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi institusi lain untuk terus berkontribusi dalam kegiatan edukatif.
Imigrasi Bekasi berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah melalui berbagai kolaborasi yang berdampak positif langsung bagi masyarakat luas.
















