
KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pendidikan memastikan proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) berjalan relatif lancar. Meski demikian, Dinas tidak menutup mata terhadap sejumlah kendala yang terjadi di lapangan, terutama terkait keterbatasan daya tampung SMP Negeri.
Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Epih Hanafi, S.Pd., M.Pd., saat ditemui wartawan di Bekasi, Senin (21/7/2025).
“Alhamdulillah, kalau secara umum lancar-lancar saja. Mungkin, sedikit-sedikit di lapangan ada lah (kendala),” ujar Epih.
Ia menegaskan bahwa setiap rombongan belajar (rombel) di SMP Negeri di Kota Bekasi tidak akan diisi lebih dari 44 peserta didik dalam satu kelas.
“Untuk rombel, satu kelas (SMPN) tidak akan lebih dari 44 orang murid. Kalau kurang, bisa jadi. Pasti, tidak akan lebih dari itu,” katanya.
Menyikapi masih adanya peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri, Pemerintah Kota Bekasi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar sebagai bentuk bantuan beasiswa pendidikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu yang mendaftar ke sekolah swasta.
“Nah, bagi anak-anak yang tidak diterima di SMP Negeri, itu kita sudah sosialisasikan bahwa kita menyiapkan dana Rp10 miliar untuk beasiswa terhadap anak-anak yang tidak mampu,” tutur Epih.
Beasiswa tersebut diberikan sebesar Rp3 juta per siswa per tahun, atau setara Rp250 ribu per bulan. Namun, penyaluran beasiswa dilakukan secara tahunan.
“Setiap murid akan mendapatkan Rp3 juta per tahun atau Rp250 ribu per bulan. Cuma, diberikannya per tahun. Silakan mendaftar ke sekolah SMP Swasta, dengan melengkapi DTKS atau SKTM,” jelasnya.
Meski saat ini bantuan beasiswa hanya mencakup biaya SPP, Epih mengatakan pihaknya tengah mengusulkan penambahan nominal bantuan agar bisa mencakup juga uang pangkal.
“Memang untuk kebijakan sekarang yang di-cover baru SPP, yaitu Rp250 ribu per murid per bulan, setahun Rp3 juta. Ini menjadi bahan pemikiran kita, agar ke depannya minimal Rp4 juta (Rp1 juta uang pangkal dan Rp3 juta untuk SPP), terkait itu pimpinan sudah usulkan,” ungkapnya.
Epih berharap seluruh anak-anak di Kota Bekasi tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak, tanpa terkecuali.
“Diharapkan semua masyarakat, khususnya Kota Bekasi, mendapatkan haknya dan dapat difasilitasi pendidikannya. Bagi mereka yang belum berkesempatan diterima di sekolah negeri, mereka bisa daftar ke sekolah swasta. Untuk mereka yang tidak mampu, nanti kita fasilitasi dengan beasiswa. Harapannya, tidak ada lagi warga yang kesulitan untuk bersekolah,” pungkasnya.
Penulis : Michael Lengkong

















