KOTA BEKASI – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengungkapkan berbagai program prioritas infrastruktur untuk tahun anggaran 2025 dan rencana jangka panjang.
Fokus utama meliputi penanganan banjir, peningkatan kualitas jalan, dan pembangunan proyek besar seperti flyover serta pengembangan wisata air.
Dalam wawancara di program Beranda Bekasi PWI Bekasi Raya, Idi Sutanto menjelaskan bahwa hingga kini, kemantapan jalan di Kota Bekasi sudah mencapai angka memuaskan.
“Kemantapan jalan di Kota Bekasi sudah di atas 90%,” ujarnya.
Proyek-proyek yang sedang berlangsung pada anggaran 2025 antara lain perbaikan Jalan Alinda, penataan pedestrian di beberapa titik stasiun, dan normalisasi saluran air di berbagai wilayah.
Terkait penanganan banjir, DBMSDA memiliki beberapa strategi. Selain berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk normalisasi Kali Bekasi (yang akan dilanjutkan pada awal 2026), pihaknya juga rutin membangun folder (kolam retensi) di titik-titik rawan. Setiap tahun, minimal tiga hingga empat folder baru dibangun, termasuk di Sepanjang Jaya, Perumahan Bulak, dan Bintara.
Untuk mengatasi kemacetan dan perlintasan sebidang rel kereta, DBMSDA telah menyiapkan rencana pembangunan flyover besar.
“Tahun 2026 nanti kita bekerja sama dengan pemerintah provinsi Jawa Barat, kita dapat rencana bangun flyover di Bulak Kapal,” kata Idi Sutanto.
Idi menjelaskan bahwa pembangunan flyover tersebut akan didanai oleh Provinsi Jawa Barat, sementara pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota.
Selain itu, rencana pembangunan flyover di Kemang Pratama dan Pangkalan 5 juga tengah diupayakan melalui bantuan dari DKI Jakarta.
Ia menyampaikan terkait pendanaan melalui investasi dan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang tidak seimbang dengan anggaran daerah.
Dua program unggulan yang sedang disiapkan adalah Wisata Air Kalimalang dan penataan kabel udara. Untuk Wisata Air Kalimalang, semua jembatan yang melintasi kali akan ditinggikan agar dapat dilewati perahu wisata, yang diharapkan dapat membuat Kalimalang di Kota Bekasi lebih unggul dari wilayah DKI.
Sementara itu, untuk mengatasi kabel semrawut, akan dilakukan lelang investasi untuk membangun ducting bawah tanah.
Diungkapkannya, DBMSDA juga memiliki Unit Reaksi Cepat (URC) yang terdiri dari URC Tambal Jalan, URC Pematusan Saluran, URC Tebang Pohon Tumbang, dan penertiban kabel. Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui IG Dinas, Kominfo, atau IG Wali Kota dengan mengirimkan foto dan share location.
Di akhir wawancara, Idi Sutanto menyampaikan harapan besar terkait kinerja dinasnya.
“Mudah-mudahan masyarakat bisa terlayani terhadap infrastruktur yang ada di Kota Bekasi,” harapnya.
Video wawancara ini dapat Anda saksikan di: Kadis DBMSDA, Idi Sutanto: Harapan, Masyarakat Terlayani Baik Terkait Infrastruktur di #KotaBekasi
















