Tanggapi Soal Serobot Lahan Yang Diviralkan oleh Oknum Firdaus Mokodompit, Pdt Rembang: Mengampuni Lebih Baik Daripada Menghakimi

- Jurnalis

Rabu, 16 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pdt Petra Yani Rembang bersama Ike Lamia (pemilik lahan sebelumya), saat konferensi pers

Foto: Pdt Petra Yani Rembang bersama Ike Lamia (pemilik lahan sebelumya), saat konferensi pers

MINSEL, TelusurNews,- Menanggapi postingan yang viral di media sosial (medsos) Facebook yang menyeret nama Pdt. Petra Yani Rembang, yang dilakukan oleh oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Bolaangmongondow Firdaus Mokodompit, pada beberapa hari lalu, Pendeta Petra angkat suara.

Dalam sesi konferensi pers yang digelar di kediamannya di bilangan Desa Matani Kecamatan Tumpaan, Senin (14/10) Petra Yani Rembang yang kerap disapa PYR memberikan klarifikasi, yang didampingi oleh pemilik lahan sebelumya Ike Lamia.

PYR dalam konferensi pers menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan penyerobotan lahan. Ia bahkan mengatakan bahwa justru keluarganya pernah beberapa kali menghibahkan lahan miliknya untuk orang lain.

Dengan menunjukkan dokumen-dokumen kepemilikan lahan yang sah, mulai dari dokumen warisan, kwitansi, akta jual beli (AJB), dokumen desa, serta dokumen pajak atas nama dirinya, PYR mengungkap semua proses hingga lahan itu berada di tangan keluarganya.

“Saya tidak pernah menyerobot lahan orang lain, seperti yang di-viralkan oleh saudara Firdaus, saya malahan punya lahan-lahan yang lain yang saya sumbang kepada orang lain, atau kepada lembaga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Terima Sertipikat dari Menteri AHY, Warga Eks Timor Timur Petik Hasil Kesetiaan kepada NKRI Setelah 25 Tahun

PYR mengungkapkan, proses jual-beli tersebut sudah terjadi 23 tahun yang lalu, namun kemudian tiba-tiba di masa pencalonan dirinya sebagai calon bupati Minsel baru terangkat ke publik. Padahal segala proses jual-beli diketahui oleh banyak pihak termasuk pemerintah desa dan terdata di desa.

“Dan masalah ini setelah saya mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Minahasa Selatan, ada apa, kenapa tidak sebelum-sebelumnya,”

“Kalau mau bilang Ike (pemilik sebelumnya) yang ambil jangan viralkan kita dong,” ujar Rembang.

Beliau mengatakan bahwa untuk pelaporan di Kepolisian bukan dirinya yang menginisiasinya, melainkan anaknya Christo Rembang. Karena anaknya merasa bahwa postingan oknum Firdaus Mokodompit sudah mencemarkan nama keluarga besar mereka.

“Saya tidak menempuh jalur hukum, anak saya lapor tanpa sepengetahuan saya. Saya tidak mau masalah seperti ini karena saya tidak mau menyusahkan orang,”

Baca Juga :  Ketua DPC Beringin Karya Kecamatan Bantar Gebang Serahkan SK PAC

“Itu tanah itu luas 6,8 hektar, yang mereka gugat 1,4 hektar, kalau mereka mau ambil saja,” ujarnya.

Yang ditegaskan oleh Pendeta Rembang adalah, dirinya beserta keluarganya selalu diajarkan tentang kasih dan pengampunan.  Dan manusia harus bisa memaafkan satu dengan yang lain.

“Mengampuni lebih baik daripada kita menghakimi, kalau dia mau ambil, ambil saja,” ucap PYR.

Senada, pemilik lahan sebelumya Ike Lamia juga membenarkan kepemilikan lahan tersebut berasal dari pembelian dari ketiga kakak beradik dari orang tuanya, yang merupakan warisan dari neneknya.

“Sesuai dengan register orang tua serahkan kepada anak-anaknya, yaitu Rose, Roli, Lole, ketiga ini langsung jual kepada saya, terus sari saya jual kepada bapak Petra, bukan ada serobot atau apa, saya juga beli ke orang tua, karena warisan dari nenek kami,” ungkap Ike Lamia, sambil menunjukkan surat pembelian. (toar)

Penulis : Toar Lengkong

Editor : Toar Lengkong

Berita Terkait

PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
‎Optimalkan PAD 2026, Bapenda Kota Bekasi Perkuat Pengawasan Transaksi dan Validasi Piutang
Pengajuan Paspor Wajib Dokumen Asli, Imigrasi Bekasi Tekankan Kepatuhan Masyarakat
Imigrasi Bekasi Deportasi Bertahap 78 WNA Hasil Operasi Wirawaspada
‎Realisasi Investasi Kota Bekasi Triwulan I 2026 Tembus Rp5,3 Triliun, Sektor Industri Diantaranya
Wali Kota Tri Adhianto Tunggu Transisi Kadis Kominfo Tuntas, HPN Bekasi Raya 2026 Diundur
PWI Bekasi Raya Tegaskan Kebebasan Pers Pilar Demokrasi, Momentum Hari Pers Sedunia 3 Mei
Wali Kota Bekasi Hadiri Tradisi Sedekah Bumi di Jatimurni

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:06 WIB

PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:43 WIB

‎Optimalkan PAD 2026, Bapenda Kota Bekasi Perkuat Pengawasan Transaksi dan Validasi Piutang

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:29 WIB

Pengajuan Paspor Wajib Dokumen Asli, Imigrasi Bekasi Tekankan Kepatuhan Masyarakat

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:22 WIB

Imigrasi Bekasi Deportasi Bertahap 78 WNA Hasil Operasi Wirawaspada

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:37 WIB

‎Realisasi Investasi Kota Bekasi Triwulan I 2026 Tembus Rp5,3 Triliun, Sektor Industri Diantaranya

Berita Terbaru