KOTA BEKASI – Puskesmas Ciketingudik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, di bawah pimpinan Hj. Nurjannah, S.Tr.Keb., MM, terus berupaya mengurangi angka kematian akibat kanker pada perempuan. Dua jenis kanker yang paling mematikan bagi perempuan Indonesia, yakni kanker serviks dan kanker payudara, menjadi fokus utama dalam kegiatan pencegahan melalui program screening.

Puskesmas Ciketingudik telah menggelar program screening kanker payudara dengan metode sadanis (pemeriksaan payudara klinis) dan screening kanker serviks menggunakan IVA test (Inspeksi Visual Asam Asetat) di 14 Posbindu PTM yang tersebar di wilayah Ciketingudik.
“Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi dini adanya kanker sehingga kita bisa mengambil langkah cepat untuk penanganan,” ujar Hj. Nurjannah dalam keterangannya.
Upaya Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat
Meskipun menghadapi sejumlah kendala teknis, seperti keterbatasan fasilitas, terutama di beberapa pos yang tidak memiliki tempat tidur atau lampu sorot yang memadai, kegiatan ini tetap dilaksanakan secara rutin.
“Kami berusaha mendekatkan pelayanan ini ke masyarakat. Meskipun banyak pos yang belum ideal, pemeriksaan tetap berjalan dengan baik,” tambah Nurjannah. Program screening ini direncanakan akan dilakukan empat kali dalam setahun.
Bagi peserta yang ditemukan adanya benjolan atau kelainan pada payudara saat pemeriksaan, akan langsung dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, bagi mereka yang dinyatakan negatif, pemeriksaan ulang akan dilakukan satu tahun setelah pemeriksaan pertama.
Untuk kanker serviks, jika hasil IVA test menunjukkan positif, pasien akan segera dirujuk untuk menjalani krioterapi atau TCA. Namun, jika hasil negatif, pemeriksaan akan diulang setahun kemudian.
Pentingnya Deteksi Dini
Hj. Nurjannah menekankan pentingnya deteksi dini dalam mencegah dan menangani kanker payudara serta kanker serviks. “Kami mengajak seluruh perempuan di wilayah Ciketingudik untuk berpartisipasi dalam program screening ini. Deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan kemungkinan sembuh dan menurunkan angka kematian akibat kanker.”
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak perempuan yang terselamatkan dari bahaya kanker melalui deteksi dini dan penanganan yang tepat.
















